Memodifikasi Busi, Amankah?

Untuk menambah performa dan umur pemakaian atau durability, tidak sedikit yang mengerjakan modifikasi atau ubahan di busi kendaraan. Kebanyakan, empunya kendaraan atau modifikator mencukur elektroda ground di busi.

Padahal, proses pertumbuhan teknologi busi sangat diprovokasi oleh efek quenching, di mana format elektroda dan fitur paling memengaruhi kinerja busi dalam menjalankan proses pengapian. Pada dasarnya, format elektroda busi sangat pelbagai sesuai dengan kebutuhannya.

Lalu, bagaimana jadinya bilamana busi standar disusun menyerupai busi tipe beda dengan teknik melakukan pemotongan pada unsur ground elektroda-nya?

1) Tujuan modifikator memangkas unsur elektroda

Sesuai dengan prinsip utama teknologi busi, yakni meredam efek quenching, yakni inti api diinginkan tidak cepat padam pada ketika proses pengapian. Karena format dari elektroda dapat merintangi pertumbuhan inti api pada ketika busi bekerja, maka modifikator mencukur elektroda ground guna mempercepat proses penyebaran api.

2) Posisi pemangkasan elektroda

Untuk pemangkasan, tidak sedikit posisi yang dilaksanakan oleh modifikator. Namun, untuk ketika ini, konsentrasi pada unsur elektroda ground yang dipangkas dan diciptakan sejajar dengan elektroda pusat. Diharapkan pada ketika terjadi percikan, timbulnya api dapat lebih bebas sebab tidak terhalang oleh elektroda.

Tujuan

Berdasarkan keterangan dari Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, destinasi utama yang diinginkan dari pemotongan tersebut, ialah terciptanya api yang bisa bersentuhan langsung dengan bahan bakar dan udara yang terkompresi tanpa terdapat hambatan, dengan kata beda dapat mengurangi efek quenching yang terjadi pada elektroda busi.

Lalu, apakah benar bahwa dengan mencukur bagian ground elektroda itu dapat memengaruhi kinerja busi?

1) Akselerasi kendaraan bakal terasa meningkat

Pada misal elektroda yang dipotong, posisi mula terbentuknya api merasakan pergeseran mengarah ke sisi kiri sampai-sampai api menjadi lebih cepat membesar.

Hal itu akan dominan pada api yang membesar, disebabkan efek quenching yang terjadi lebih tidak banyak diterima oleh setiap elektroda. Jadi, spontanitas akselerasi kendaraan bakal terasa merasakan peningkatan dampak perubahan tersebut.

2) Akibatnya tingkat keausan menjadi tidak merata

Dikarenakan ada pergeseran titik pengapian, maka cipratan listrik yang diterima pun akan merasakan pergeseran.

Hal ini menyebabkan elektroda yang menerima cipratan listrik tidak fokus, dan mengakibatkan keausan pada kedua elektroda menjadi tidak merata, sampai-sampai potensi terjadinya penumpukan karbon menjadi lebih cepat, yang mengakibatkan potensi usia pakai busi menjadi tidak dapat diprediksi kerusakannya.

Di samping itu, busi standar yang berbahan nickel, dengan kata lain akan lebih cepat terjadi keausan dikomparasikan dengan bahan logam mulia.
Memodifikasi Busi, Amankah? Memodifikasi Busi, Amankah? Reviewed by akbar on Mei 26, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.