Kolesterol Tinggi, Apa Mungkinkah Karna Keturunan


Meningkatnya kadar kolesterol di dalam tubuh lebih umum diakibatkan oleh asupan makanan dan berat badan seseorang. Meski begitu, tidak sedikit orang yang belum tahu bahwa kolesterol juga dapat berasal dari riwayat keluarga, lho. Kok bisa, ya, keturunan jadi penyebab kolesterol tinggi? Lantas, apakah perawatannya bakal sama laksana penyakit kolesterol pada umumnya?

Benarkah seseorang dapat mengalami kolesterol sebab keturunan?

Kolesterol tidak datang sendirian, tetapi terbagi ke dalam dua format yakni kolesterol LDL atau “jahat” dan kolesterol HDL “baik”. Ketika kita didiagnosis mempunyai kadar kolesterol tinggi, berarti situasi ini merujuk pada tingginya jumlah kolesterol LDL atau “jahat” di dalam tubuh Anda.

Memang, kadar kolesterol yang tinggi seringkali berasal dari asupan makanan harian, mutu tubuh terlalu besar, jarang olahraga, hingga hal usia. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengabaikan hal genetik atau keturunan yang turut mempunyai andil terhadap naiknya kadar kolesterol jahat pada tubuh.

Ya, untuk Anda yang punya anggota family dekat, entah ayah, ibu, saudara kandung, kakek, nenek, dan lainnya dengan kadar kolesterol tinggi. Kondisi ini dinamakan sebagai hiperkolesterolemia, maka itu dapat dibilang bahwa salah satu hal penyebab kolestero tinggi ialah keturunan.

Keturunan, salah satu hal penyebab kolesterol tinggi

Mengutip dari laman Web MD, pengidap kolesterol tinggi yang mempunyai salah satu dari 1.500 variasi gen penyebab kolesterol, berkesempatan untuk menurunkan kondisinya itu sebesar 50 persen pada anggota keluarganya.

Mudahnya begini, dari 300 orang dengan kadar kolesterol tinggi di dalam tubuh, melulu 1 di antaranya yang ditetapkan mengalami hiperkolesterolemia alias merasakan peningkatan kadar kolesterol sebab keturunan.

Sebagian besar permasalahan hiperkolesterolemia diakibatkan oleh varian gen yang turut melibatkan protein di hati yang menghasilkan kolesterol, dikenal dengan sebutan reseptor LDL. Normalnya, protein itu seharusnya mencuci darah di dalam tubuh dari kolesterol jahat atau LDL.

Namun nyatanya, protein itu tidak bekerja sebagaimana harusnya di tubuh sejumlah orang sebab adanya mutasi pada gen reseptor LDL. Akhirnya, terjadilah hiperkolesterolemia yang menurun dalam keluarga sebab kolesterol yang diproduksi oleh hati malah meningkat dari jumlah yang seharusnya.

Terlepas dari laksana apa gaya hidup yang diterapkan, orang yang merasakan hiperkolesterolemia bakal tetap mempunyai kadar kolesterol yang lebih tinggi daripada orang pada umumnya. Kondisi tersebut dapat terjadi sebab orang dengan hiperkolesterolemia mengalami kendala dalam mengendalikan kadar kolesterol di dalam tubuhnya.

Meski begitu, sebetulnya punya anggota family yang mempunyai kolesterol tinggi tidak menjadi garansi utama bahwa Anda pun akan mengalami situasi tersebut di lantas hari. Hanya saja, ini adalahpertanda mula bahwa risiko yang kita miliki pasti akan lebih tinggi daripada orang pada umumnya.

Lalu, bagaimana teknik mengatasinya?

Penyebab kolesterol tinggi ada tidak sedikit sekali, kita tak melulu harus menata pola santap dan olahraga rutin, namun Anda pun mesti minum obat-obatan yang diresepkan oleh dokter untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Jangan lupa, tidak cukup atau bahkan berhenti mengisap rokok sama sekali, hindari minum minuman beralkohol, serta pertahankan berat badan sehat dengan jumlah lemak tubuh yang rendah. Selalu konsultasikan apa juga keluhan kita dengan dokter.

Dokter bakal senantiasa menolong Anda dalam mengawasi kadar kolesterol sekaligus mengelola supaya tidak semakin meningkat masing-masing harinya. Maka itu, pastikan kita mematuhi aturan pola santap yang sudah ditetapkan. Misalnya dengan memperbanyak santap makanan berserat dan menghindari makanan berlemak bosan tinggi.
Kolesterol Tinggi, Apa Mungkinkah Karna Keturunan Kolesterol Tinggi, Apa Mungkinkah Karna Keturunan Reviewed by akbar on Februari 10, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.